Minggu, 28 Oktober 2012


Pengobatan Narkoba dengan cara Terapi


1. Terapi medis

Terapi medis biasanya dilakukan dengan memberikan pasien obat-obatan yang dapat menurunkan efek sakaw pada pecandu, ditambah dengan psikoterapi, hipnoterapi dan konseling suportif.










2. Terapi non medis atau spiritual

"Ada yang namanya program 12 langkah. Program ini dikenalnya di Amerika pada tahun 50-an saat banyak orang yang kecanduan narkoba, alkohol, rokok, judi, pornografi. Di setiap langkah si pecandu diajak tahan dan setiap langkah juga dievakuasi terus oleh mentor. Setelah ke-12 langkahnya selesai, nanti akan diulang lagi dari awal," jelas dr Iskandar.

Selain terapi program 12 langkah, ada juga komunitas terapi (therapy community). Terapi ini juga diperkenalkan di Amerika pada tahun 60 atau 70-an, saat banyak penjara-penjara kasus pecandu yang menyatukan antara pecandu dan bandar.

"Pecandu dan bandar itu tidak bisa disatukan, karena bisa-bisa si pecandu malah makin terkontaminasi," jelas dr Iskandar.

Prinsip terapi ini adalah 'dari kita untuk kita'. Jadi dalam sebuah terapi, pecandu akan membuat aturannya sendiri yang kemudian akan diterapkan oleh pecandu-pecandu lainnya. Kemudian perkembangan pecandu akan dipantau dari rekap center.

"Ini yang paling banyak diterapkan. Tapi biasanya masing panti-panti akan menggunakan terapi yang dimodifikasi," lanjut dr Iskandar.

3. Terapi alternatif

Selain terapi medis dan non medis atau spiritual, ada pula terapi alternatif. Contohnya terapi rebus pasien yang terdapat di Purbalingga, Jawa Tengah.

Terapi ketergantungan narkoba yang dilakukan Ahmad Ichsan Maulana atau Ustadz Ichsan (38) terbilang ekstrim dan unik. Terapi dilakukan dengan merebus pasien di dalam drum di atas kompor yang menyala.

Cara yang dilakukan pengelola Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Syifa Ar-Ridlo di Dukuh Legoksari, Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah ini dilakukan seperti orang merebus jagung, kacang atau ketela. Bedanya drum terapi ini tak ditutup, melainkan dibiarkan terbuka.

Ustadz yang dijuluki Kyai Godog ini mula-mula memanasi air di dalam drum setinggi dada. Begitu air sudah mendidih, air akan diberi ramuan-ramuan dan ragi tempe. Kemudian air dicampur air tawassul.

Untuk meyakinkan pasien, ustdaz dan istrinya akan memberi contoh berendam secara bergantian di dalam drum. Setelah pasien merasa mantap selanjutnya giliran pasien nyemplung.

Selama proses perebusan, yakni 30 menit, si pasien akan duduk di kursi kecil. Sang Kyai meminta tetap tenang atau tidak takut. Tak jauh dari drum ada televisi yang dinyalakan untuk ditonton oleh si pasien selama direbus. Tujuannya agar pasien merasa enjoy berendam. Justru ketika merasa panik, air yang sudah mendapat perlakuan khusus semacam didoakan itu terasa panas.

Menurut ustadz yang dijuluki Kyai Godog, air yang panas itu terasa hangat oleh pasien. Cara merebus kata sang kyai merupakan upaya untuk mengeluarkan toksin atau racun dari tubuh pasien.

Menurutnya pasien yang mengalami ketergantungan ekstasi dan dextro akan direbus empat hingga lima kali. Untuk pecandu sabu-sabu bisa direbus hingga delapan kali. Yang paling berat adalah pecandu heroin karena akan direndam hingga 15 kali.


sumber : http://health.detik.com/read/2012/06/06/173447/1934616/775/terapi-terapi-untuk-pengobatan-kecanduan-narkoba

upaya pencegahaan penyalahgunaan narkoba pada remaja

Maret 8th, 2012 | Posted by Sudarianto in Pencegahan 
(http://bnnpsulsel.com/pencegahan/upaya-pencegahaan-penyalahgunaan-narkoba-pada-remaja/)
Penyalahgunaan narkoba dilakukan sebagian besar oleh kaum muda (remaja dan pemuda), karena pada satu sisi remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa, penuh badai dan ketegangan. Masa remaja ditandai oleh: perubahan fisik, emosional, intelektual, seksual dan sosial. Perubahan tersebut dapat mengakibatkan dampak, sebagai berikut; pencarian jati diri, pemberontakan, pendirian yang labil, minat yang berubah-ubah, mudah terpengaruh mode, konflik dengan orang tua dan saudara, dorongan ingin tahu dan mencoba yang kuat, pergaulan intens dengan teman sebaya dan membentuk kelompok sebaya yang menjadi acuannya. 
Selain predisposisi remaja, pola asuh orang tua turut membentuk perilaku remaja, Pola asuh berprestasi rendah dan kasih sayang orang tua tinggi. Pola asuh otoriter: kendali orang tua tinggi, sikap demokratis yang rendah, tuntutan berprestasi tinggi dan kasih sayang orang tua rendah. Pola asuh otoriter: kendali orang tua yang tinggi, sikap demokratis tinggi, dan kasih sayang orang tua tinggi.
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi “Remaja”

Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah segala upaya tindakan untuk menghindarkan orang memulai penggunaan narkoba dengan menjalankan cara hidup sehat serta dengan cara-cara sebagai berikut :
1. Upaya pencegahaan melalui orang tua
Upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba melaui orang tua yaitu dengan cara  menyadarkan para orang tua bahwa penyalahgunaan narkoba bisa mengenai siapa saja, termasuk anak-anak yang berperilaku manis. Orang tua harus waspada dan mampu mendeteksi secara dini perilaku anak-anaknya dengan mempelajari gejala-gejala penyalahgunaan narkoba serta cara penanggulangannya. Dan disertai juga dengan mengembangkan pola asuh otoritatif, menghormati hak anak, menyayangi, terbuka dan berkomunikasi dengan anak, serta mengembangkan penalaran moral anak.
2. Upaya pencegahan untuk kalangan remaja sendiri,
  • Hindarilah perbuatan dan kebiasaan merokok, dan minum-minum keras.
  • Siapkan mental/ diri untuk menolak apabila ditawari narkoba.
  • Hati-hati dalaam memilih teman bergaul karena teman yang baik, tidak akan menjerumuskan pada hal-hal yang tidak baik.
  • Harus berana mengatakan “Tidak” apabila ditawari narkoba dengan alasan yang tepat, dan kalau memaksa … tinggalkan tempat itu.
  • Tingkatkan prestasinya untuk mewujudkan ccita-cita dan kembangkan bakat yang ada demi masa depan
  • Lakukan kegiatan-kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luangmu dengan menyalurkaan hobby dan dapat membuat lebih mandiri.
  • Tingkatkan iman dan taqwa.
Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri tercinta ini. Apa jadinya Negara di masa yang akan datang kalau dipimpin oleh para pengguna narkoba? Tak dapat dibayangkan, betapa akan hancurnya Negara dan Bangsa kita. Maka kesadaran remaja untuk menjauhi narkoba sangatlah perlu diutamakan. Kesadaran untuk tidak menggunakan narkoba secara salah akan menyelamatkan dari dunia yang tak berwarna. Mari jauhi narkoba. Jadikanlah dunia remaja ini, dunia yang penuh dengan warna. Warna yang indah dan mulia. Remaja harus berani berkata TIDAK pada narkoba.!!!

Rabu, 24 Oktober 2012



Pengobatan Pengguna Narkoba



1. Terapi medis

Terapi medis biasanya dilakukan dengan memberikan pasien obat-obatan yang dapat menurunkan efek sakaw pada pecandu, ditambah dengan psikoterapi dan konseling suportif.








2. Terapi non medis atau spiritual

"Ada yang namanya program 12 langkah. Program ini dikenalnya di Amerika pada tahun 50-an saat banyak orang yang kecanduan narkoba, alkohol, rokok, judi, pornografi. Di setiap langkah si pecandu diajak tahan dan setiap langkah juga dievakuasi terus oleh mentor. Setelah ke-12 langkahnya selesai, nanti akan diulang lagi dari awal," jelas dr Iskandar.

Selain terapi program 12 langkah, ada juga komunitas terapi (therapy community). Terapi ini juga diperkenalkan di Amerika pada tahun 60 atau 70-an, saat banyak penjara-penjara kasus pecandu yang menyatukan antara pecandu dan bandar.

"Pecandu dan bandar itu tidak bisa disatukan, karena bisa-bisa si pecandu malah makin terkontaminasi," jelas dr Iskandar.

Prinsip terapi ini adalah 'dari kita untuk kita'. Jadi dalam sebuah terapi, pecandu akan membuat aturannya sendiri yang kemudian akan diterapkan oleh pecandu-pecandu lainnya. Kemudian perkembangan pecandu akan dipantau dari rekap center.

"Ini yang paling banyak diterapkan. Tapi biasanya masing panti-panti akan menggunakan terapi yang dimodifikasi," lanjut dr Iskandar.

3. Terapi alternatif
Selain terapi medis dan non medis atau spiritual, ada pula terapi alternatif. Contohnya terapi rebus pasien yang terdapat di Purbalingga, Jawa Tengah.

Terapi ketergantungan narkoba yang dilakukan Ahmad Ichsan Maulana atau Ustadz Ichsan (38) terbilang ekstrim dan unik. Terapi dilakukan dengan merebus pasien di dalam drum di atas kompor yang menyala.

Cara yang dilakukan pengelola Yayasan Pendidikan Islam Nurul Ichsan Al-Islami Syifa Ar-Ridlo di Dukuh Legoksari, Desa Karangsari, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Jawa Tengah ini dilakukan seperti orang merebus jagung, kacang atau ketela. Bedanya drum terapi ini tak ditutup, melainkan dibiarkan terbuka.

Ustadz yang dijuluki Kyai Godog ini mula-mula memanasi air di dalam drum setinggi dada. Begitu air sudah mendidih, air akan diberi ramuan-ramuan dan ragi tempe. Kemudian air dicampur air tawassul.

Untuk meyakinkan pasien, ustdaz dan istrinya akan memberi contoh berendam secara bergantian di dalam drum. Setelah pasien merasa mantap selanjutnya giliran pasien nyemplung.

Selama proses perebusan, yakni 30 menit, si pasien akan duduk di kursi kecil. Sang Kyai meminta tetap tenang atau tidak takut. Tak jauh dari drum ada televisi yang dinyalakan untuk ditonton oleh si pasien selama direbus. Tujuannya agar pasien merasa enjoy berendam. Justru ketika merasa panik, air yang sudah mendapat perlakuan khusus semacam didoakan itu terasa panas.

Menurut ustadz yang dijuluki Kyai Godog, air yang panas itu terasa hangat oleh pasien. Cara merebus kata sang kyai merupakan upaya untuk mengeluarkan toksin atau racun dari tubuh pasien.

Menurutnya pasien yang mengalami ketergantungan ekstasi dan dextro akan direbus empat hingga lima kali. Untuk pecandu sabu-sabu bisa direbus hingga delapan kali. Yang paling berat adalah pecandu heroin karena akan direndam hingga 15 kali.


sumber : http://health.detik.com/read/2012/06/06/173447/1934616/775/terapi-terapi-untuk-pengobatan-kecanduan-narkoba

  • 8 Cara Mengobati Pengguna Narkoba


1. Upayakan mandi menggunakan air hangat,gunanya agar pasien tidak beku peredaran darahnya karena pemakai bila sudah sakau (bahasa keren over dosis) maka aliran darah mudah membeku pasien akan mudah sekali kedinginan.

2. Berjemur diterik matahari dengan memakai pakaian yang tebal minimal menggunakan baju 5 lapis plus jaket sweter upayakan semua badan terselubung alias tertutup rapat gunanya bila terkena sinar matahari pasien akan berkeringat jadi akan membuang kotoran insfeksi racun narkoba di dalam peredaran darah,semakin banyak keluar keringat semakin bagus dan akan mempercepat penyembuhan.

3. meminum susu steril banyak tersedia di supermarket sbgi contoh susu bear brand atau susu sapi asli dari peternak,gunanya untuk melawan atau sebagai anti toksin racun narkoba,dan berpungsi pula sebagai pembersih racun,bila pasien semakin banyak minum susu steril maka semakin baik,pasien tidak akan bisa mengkonsumsi narkoba lagi karena akan mengalami penolakan dari tubuhnya.

4. mengkonsumsi telur setengah matang minimal 4 butir sehari,ini berguna sebagai penyembuh dari kerusakan otak sebab pasien pengguna narkoba itu kebanyakan mengalami kegilaan buruknya lagi kegagalan sistem otak yg mengakibatkan kermatian.

5. Mengkonsumsi Vitamin C setiap mengalami tubuh yg lemah dan kedinginan umumnya pasien pengguna narkoba akut sering kali tidak bergairah selalu tidur tak bergerak seperti mayat hidup, dengan mengkonsumsi Vitamin C pasien dirangsang untuk aktif bergerak agar tidak mengalami pembekuan sel darah.

6. jika pasien pengguna dalam keadaan sangat ketergantungan maka ada baiknya diberikan sedikit narkoba tapi dalam jumlah yg kecil saja alias sedikit saja gunanya agar tidak terjadi hal-hal yg tidak kita ingin kan karena pasien pengguna narkoba itu bila sedang OD Over dosis prilaku dan mentalnya terganggu dan sangat labil cendrung membahayakan orang lain atau dengan menggunakan obat penenang sesuai dosis.

7. Ajaklah pasien berolah raga ini yg juga tidakalah pentingnya dan sangat pentingsekali.

8. Berikan pasien motipasi hidup,katakan padanya bahwa hidup didunia sangatlah berharga jika kita dalam keadaan sehat,dan segala seuatu itu bisa dapat dan diraih bila kita sehat,ingat kan pasien tentang tuhan yg mampu menolong kita dari masalah apapun jika kita mau berubah dan mau kembali menjadi orang yg berguna bagi orang lain, dan yakin kan pasien dan keluarganya bahwa pengguna narkoba itu dapat disembuhkan
SUMBER http://rsanusi.blogspot.com/2012/06/8-cara-mengobati-pengguna-narkoba.html

  •        Pengobatan Pengguna Narkoba



Pengobatan
Setiap Rumah Sakit Rehabilitasi Narkoba memiliki program khusus bagi bagi korban narkotika, zat adiktif dan psikotropika, berikut ini beberapa metode yang umum diterapkan di Rumah Sakit Rehabilitasi

Analisa Tingkat Ketergantungan
Menganalisa tingkat ketergantungan korban pada narkotika, zat adiktif dan psikotropika, untuk menentukan tingkat pengobatan dan tingkat pembinaan bagi si korban, sehingga teraphy dan metode pengobatan bisa terukur.

Pembersihan Racun/Detoksifikasi
Fase pembersihan darah dan sirkulasi organ-organ tubuh lainnya pada tubuh pencandu dari narkotika, psikotropika atau zat adiktif lainnya, sehingga darah menjadi bersih dan sistem metabolisme tubuh kembali normal. Proses ini dapat dilakukan melalui cara-cara berikut :
1) Cold Turkey (abrupt withdrawal) yaitu proses penghentian pemakaian Narkoba secara tiba-tiba tanpa disertai dengan substitusi antidotum.
2) Bertahap atau substitusi bertahap, misalnya dengan Kodein, Methadone, CPZ, atau Clocaril yang dilakukan secara tap off (bertahap) selama 1 - 2 minggu.
3) Rapid Detoxification: dilakukan dengan anestesi umum (6 - 12 jam).
4) Simtomatik: tergantung gejala yang dirasakan.

Selain pembuangan racun tersebut, sistem DOCA mulai diterapkan sebagai salah satu cara paling mutakhir. Detoksifikasi opioid ini efektif dan aman untuk penanggulangan awal ketergantungan opioid.
Lebih lanjut tentang.


Deteksi Sekunder Infeksi
Pada tahap ini, biasanya dilakukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan tes penunjang untuk mendeteksi penyakit atau kelainan yang menyertai para pecandu Narkoba, misalnya dari Hepatitis, AIDS, TBC, penyakit seks menular, dll. Jika dalam pemeriksaan ditemukan penyakit tersebut, biasanya dilakukan pengobatan medis terlebih dahulu sebelum penderita dikirim ke rumah rehabilitasi medis. Sebuah cara mencegah terjadinya penularan penyakit pada para penderita yang lain atau tenaga kesehatan.

Tahap Rehabilitasi
Prinsip perawatan setiap rumah rehabilitasi narkoba yang ada di Indonesia sangat beragam. Ada yang menekankan pengobatan hanya pada prinsip medis, ada pula yang lebih menekankan pada prinsip rohani. Atau memadukan kedua pendekatan tersebut dengan komposisi yang seimbang.

Pembinaan Mental (Aftercare)
Sebelum kembali ke masyarakat, para penderita yang baru sembuh biasanya ditampung di sebuah lingkungan khusus selama beberapa waktu sampai pasien siap secara mental dan rohani kembali ke lingkungannya semula. Hal ini terjadi karena sebagian besar para penderita umumnya putus sekolah dan tidak mempunyai kemampuan intelejensia yang memadai. Akibatnya, banyak di antara mereka menjadi rendah diri setelah keluar dari rumah rehabilitasi.

Fase ini memegang pernan vital, dimana penderita ditumbuhkan kembali rasa kepercayaan diri pada penderita, menumbuhkan semangat dan keyakinan bahwa dia akan sembuh dan kembali normal, bersosialisasi dengan masyarakat dan lingkungannya. Yang paling utama adalah pembinaan mental spiritual, keimanan dan ketakwaan, serta kepekaan sosial kemasyarakatan. Proses ini bisa meliputi program pembinaan jasmani dan rohani.

Periode proses aftercare sangat bervariasi, karena tahap ini merupakan tahap yang terpenting dan sangat menentukan untuk mencegah si penderita kembali ke lingkungannya yang semula. Berdasarkan data statistik tingkat keberhasilan penanganan kasus ketergantungan Narkoba secara medis tidak optimal (hanya 15-20%).

Tahap Pengobatan
Pertolongan Pertama
Penderita dimandikan dengan air hangat, minum banyak, makan makanan bergizi dalam jumlah sedikit dan sering dan dialihkan perhatiannya dari narkoba. Bila tidak berhasil perlu pertolongan dokter. Pengguna harus diyakinkan bahwa gejala-gejala sakaw mencapai puncak dalam 3-5 hari dan setelah 10 hari akan hilang

Written By TomieDLuffy on Senin, 03 Agustus 2009 | Senin, Agustus 03, 2009

Tips Cara Menghindari Narkoba



1. Jangan pernah mencobanya, walaupun untuk iseng atau untuk alasan lain, kecuali perintah dokter/alasan medis.
2. Kuatkan iman, mantapkan pribadi, pakailah rasio (pemikiran, pertimbangan) lebih banyak dari pada emosi.
3. Jangan menghindar dari problem, tetapi hadapi dan atasi persoalan sampai tuntas, bila tak mampu konsultasi pada ahli.
4. Pilihlah pergaulan yang aman jangan yang berbahaya.
5. Pilih kegiatan yang sehat, tak merugikan diri sendiri ataupun orang lain, ikutilah klub olah raga, organisasi sosial. Lakukan hobi bersama teman dan keluarga.
6. Gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malam. Bersantailah dengan keluarga, berkaraoke, piknik, makan bersama, masak bersama, beres-beres bersama nonton bersama keluarga.
7. Selalu berusaha menjadi pribadi yang baik, bertindak positif, bertanggungjawab, jadilah figure/sosok yang diteladani.
8. Berusahalah "saling mendengar", saling mengingatkan dan saling memaafkan agar semakin mendewasakan pribadi masing-masing.
9. Buatlah keluarga, rumah tangga, menjadi tempat yang paling menyenangkan, paling menenangkan sehingga membuat "betah" tinggal bersama "sahabat".
10. Selalu ingatkan, bahwa ancaman hukuman untuk penyalah guna Narkoba, apalagi bagi pengedar Narkoba adalah Lembaga Pemasyarakatan.
11. Ingatkan bahwa Narkoba akan merusak kerja otak, susunan syaraf pusat, merusak ginjal, lever dan sebagainya.
Lebih baik mencegah putra-putri kita terkena pengaruh Narkoba daripada kita harus mengobatinya. Karena untuk proses pengobatan dan penyembuhan tidaklah mudah dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Sumber : (http://www.persit-kckjaya.org/info-keluarga/87-tips-cara-hindari-narkoba-naza-dan-napza)


Upaya Pencegahaan Penyalahgunaan Narkoba Pada Remaja
Maret 8th, 2012 | Posted by Sudarianto in Pencegahan



Penyalahgunaan narkoba dilakukan sebagian besar oleh kaum muda (remaja dan pemuda), karena pada satu sisi remaja merupakan masa transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa, penuh badai dan ketegangan. Masa remaja ditandai oleh: perubahan fisik, emosional, intelektual, seksual dan sosial. Perubahan tersebut dapat mengakibatkan dampak, sebagai berikut; pencarian jati diri, pemberontakan, pendirian yang labil, minat yang berubah-ubah, mudah terpengaruh mode, konflik dengan orang tua dan saudara, dorongan ingin tahu dan mencoba yang kuat, pergaulan intens dengan teman sebaya dan membentuk kelompok sebaya yang menjadi acuannya. 
Selain predisposisi remaja, pola asuh orang tua turut membentuk perilaku remaja, Pola asuh berprestasi rendah dan kasih sayang orang tua tinggi. Pola asuh otoriter: kendali orang tua tinggi, sikap demokratis yang rendah, tuntutan berprestasi tinggi dan kasih sayang orang tua rendah. Pola asuh otoriter: kendali orang tua yang tinggi, sikap demokratis tinggi, dan kasih sayang orang tua tinggi.
Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi “Remaja”
Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah segala upaya tindakan untuk menghindarkan orang memulai penggunaan narkoba dengan menjalankan cara hidup sehat serta mengubah
1. Upaya pencegahaan melalui orang tua
Upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba melaui orang tua yaitu dengan cara  menyadarkan para orang tua bahwa penyalahgunaan narkoba bisa mengenai siapa saja, termasuk anak-anak yang berperilaku manis. Orang tua harus waspada dan mampu mendeteksi secara dini perilaku anak-anaknya dengan mempelajari gejala-gejala penyalahgunaan narkoba serta cara penanggulangannya. Dan disertai juga dengan mengembangkan pola asuh otoritatif, menghormati hak anak, menyayangi, terbuka dan berkomunikasi dengan anak, serta mengembangkan penalaran moral anak.
2. Upaya pencegahan untuk kalangan remaja sendiri,
  • Hindarilah perbuatan dan kebiasaan merokok, dan minum-minum keras.
  • Siapkan mental/ diri untuk menolak apabila ditawari narkoba.
  • Hati-hati dalaam memilih teman bergaul karena teman yang baik, tidak akan menjerumuskan pada hal-hal yang tidak baik.
  • Harus berana mengatakan “Tidak” apabila ditawari narkoba dengan alasan yang tepat, dan kalau memaksa … tinggalkan tempat itu.
  • Tingkatkan prestasinya untuk mewujudkan ccita-cita dan kembangkan bakat yang ada demi masa depan
  • Lakukan kegiatan-kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luangmu dengan menyalurkaan hobby dan dapat membuat lebih mandiri.
  • Tingkatkan iman dan taqwa.
Remaja merupakan generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin di negeri tercinta ini. Apa jadinya Negara di masa yang akan datang kalau dipimpin oleh para pengguna narkoba? Tak dapat dibayangkan, betapa akan hancurnya Negara dan Bangsa kita. Maka kesadaran remaja untuk menjauhi narkoba sangatlah perlu diutamakan. Kesadaran untuk tidak menggunakan narkoba secara salah akan menyelamatkan dari dunia yang tak berwarna. Mari jauhi narkoba. Jadikanlah dunia remaja ini, dunia yang penuh dengan warna. Warna yang indah dan mulia. Remaja harus berani berkata TIDAK pada narkoba.!!!

Sumber : (http://bnnpsulsel.com/pencegahan/upaya-pencegahaan-penyalahgunaan-narkoba-pada-remaja/)